Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

I'm In Love With You Chapter 4


Chapter 4

Title                       : Im In Love With You

Rating                   : G

Lenght                  : Chaptered

Genre                   : Romance

Main Casts          : Choi Hye Ra (fiktif)
    Shin Ha Seok (fiktif)
    Lee Jung Shin
    Kang Min Hyuk.

Other Casts        : Kim Jong woon
                            Shin Eun Jin (fiktif)
                            Editor Shim Jae Won
                            Jung Ha Na

Disclaimer           : Dont jugde me by my ff ya xD, cerita ini hanya fiktif belaka, berasal dari pemikiran     absurd asli author. No Copas! Enjoy ^^
     
                                       ***



“Yak sudah sampaii” Jungshin melepas seatbelt dan menoleh kearah Hyera.

“hey yahh kita sudah sampai dirumahmu” ujar jungshin.

“aissh dia malah tertidur” Jungshin mendekatkan dirinya kesamping jok hyera.

“yaaah, kau tidak mau pulang, hyera-yah” Jungshin semakin mendekat, menatap wajah HyeRa yang sedang tertidur.

‘manis sekali anak ini, bahkan sedang tidurpun terlihat lucu’ Jungshin tersenyum masih menatap wajah Hyera. Ia mendekat, dan semakin mendekatkan wajahnya kearah Hyera.


                                                                                ***


‘manis sekali anak ini, bahkan sedang tidurpun terlihat lucu’ Jungshin tersenyum masih menatap wajah Hyera. Ia mendekat, dan semakin mendekatkan wajahnya kearah Hyera dan tiba-tiba Hyera membuka matanya.

“hei Yaaaah kau kau sedang apa” teriak Hyera

“aa...a..aku hanya, aku hanya.. ingin membangunkanmu saja, hei siapa yang suruh kau tidur, sudah sana masuk, aku mau juga kan mau pulang” bantah Jungshin malu.

“ah sudah sampai rumahku ya, yasudah aku masuk dulu, terimakasih sedah mengantarkanku pulang” Hyera membuka pintu mobil dan berniat untuk menutupnya namun ia buka pintunya.

“engg.... Jungshin-ah”

“Terimakasih untuk hari ini” ucap Hyera cepat seraya menutup mobil Jungshin.

Ia pun bergegas masuk kedalam rumahnya..

Didalam mobil, Jungshin hanya tersenyum dengan apa yang barusan terjadi.

“hei lee jung shin, memangnya kau tidak takut hah, jatuh cinta itu berbahaya” Jungshin berbicara pada dirinya sendiri.

“aaaahhhhh sudah sudah, bikin pusing saja” lanjutnya sambil mengacak-acak rambutnya.


                                                ***


Dirumah, Hyera tengah terhuyung-huyung menenteng tas punggungnya yang besar menuju ruang tengah. Nampak juga Haseok sedang merapikan barang-barang yang hendak ia bawa ke Busan.

“yaaah mengapa bawaanmu sebanyak itu? Kau kan tidak ikut pindah!” ujar HaSeok seraya memasukkan beberapa potong baju kedalam tasnya.

“yaahh kau tidak berniat untuk ikut pindah kan?” tanya HaSeok.

“tentu saja tidak, aku hanya menemanimu 1 minggu saja di Busan, aku kan juga rindu rumahku” jelas Hyera sambil meletakkan tas nya di kursi.

“kau gila? Pekerjaanmu nanti bagaimana? Lalu nanti jungshin bagaimana?” tanya HaSeok sambil menatap hyera bingung.

“bagaimana apanya? Majalah yang diproduksi kantorku kan terbit 1 minggu sekali, lagi pula aku sudah mencicil beberapa desain dan sudah kukirimkan ke editor Shim. Mengenai Jungshin, hmm.. hei lagi pula aku kan sudah izin cuti” Hyera berusaha mengalihkan pembicaraan.

“cih dasar kau, awas saja nanti kalu merindukannya” goda HaSeok sambil tertawa.

“cih lucu kau, harusnya aku yang bertanya, awas saja kau kalau merindukan Minhyuk hahaha” hyera membalas perkataan Ha Seok.

“eh ngomong-ngomong, kemana dia? Tumben pagi ini belum terlihat” ucap Hyera

 “Seok-ah, kau tidak memberitahukannya bahwa kau dan aku akan ke Busan hari ini?” tanya Hyera bingung.

“engg, sudak kok, entahlah kemana dia” jawab ha Seok kecewa.


“yayaya aku telat aku telat pabopabopaboyaaaa” teriak Minhyuk sambil berlari menuju rumah sewa Hyera&Haseok yang berjarak hanya 1 km.

“SSSSSEEEEEEOOOOOKKKKIIIIIEEEEE~~” Minhyuk tiba dirumah Haseok dan langsung membuka pintu rumah sambil berteriak memanggil nama Haseok. Terdengar keras hembusan nafas lelah minhyuk akibat berlari.

“Astaga Minhyuk kau mengagetkan- KYYYAAAAA” Hyera yang tengah terkejut mendengar teriakan Minhyuk kemudian berteriak sambil menutup waajahnya.

“yaahh paboyaa! Hyukkie liat dirimu, kau baru bangun tidur hah?” tanya Haseok dengan wajah bingung sembari menunjuk kearah MinHyuk yang hanya memakai kaus lengan buntung dengan bawahan celana boxer pendek sepaha bermotif doraemon. (sekseeehhh bok XD *ngebayangin*)

Minhyuk yang semula tidak menyadarinya langsung meraih taplak meja yang berada disampingnya dan menutupi celananya sambil tertawa malu.

“hehehe, aku bangun telat pagi ini dan aku langsung teringat bahwa pagi ini kau akan pergi ke Busan, maka dari itu aku langsung buru-buru kesini sambil berlari” jelas minHyuk sambil menggaruk-garuk kepalanya. Terlihat pipinya seketika memerah menahan malu.

“Iya kami sebentar lagi akan berangkat ke stasiun, kau mau ikut mengantar kami tidak? Jika iya, ganti pakaianmu dulu sanah, cepat ya, tidak usah mandi” ujar Haseok.

“Baiklah seokkie, aku ganti baju dulu, sebentar, kalian tunggu disini saja”. MinHyuk bergegas keluar dan kembali berlari menuju rumahnya.

“ckckck dasar mister pabo”. HaSeok menggelengkan kepalanya.

“pabo-pabo gitu ganteng loh”. Goda HyeRa.

“yaah apa-apaan kau, dia milikku tahu” Ha Seok mengendus kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

“ciiyyeee sekarang sudah berani bilang dia milikku, ihiiwww”. Goda Hyera sambil tertawa. Haseok hanya bisa tersenyum malu mendengarnya.


                                                ***


(di stasiun)

“Jaga dirimu baik-baik Hyukkie, jangan lupa isi pulsaku nanti agar aku bisa menelponmu” Haseok menggoda MinHyuk dengan senyum manisnya.

“Ku juga, hiks, aku pasti akan merindukanmu, hiks, aku akan menelpon setiap saat Seokkie”

“yaah apa-apaan kau ini memalukan, jangan menangis ditempat umum seperti ini, sudah jangan menangis, aku tidak lama” Ujar Haseok sambil menghapus air matanya yang ikut keluar karena melihat MinHyuk menangis.

“hei kalian berdua sedang latihan drama hah? Sudahlah Minhyuk-ah kami pamit dulu ya, ayo”.

Hyera menggandeng tangan Haseok menuju kedlam gerbong kereta. Keduanya masuk dan duduk dinomor kursi sesuai yang tertera pada tiket.

“Kau ini, bisa-bisanya meminta pulsa pada MinHyuk, cih dasar, kau kan tahu minhyuk belum bekerja” ujar Hyera kesal.

“ani, sebenarnya tanpa diminta, ia juga akan tetap mengirimkanku pulsa, eh kau belum tahu ya? Minhyuk sebentar lagi akan bekerja, ia bilang ia mulai bekerja di kantor sepupunya” jelas haseok.

“Benarkah? Syukurlah”


                                                ***



“Opaaaa!”

“Seok-ah Hyera-yah, ah senang bisa melihat kalian datang secepat ini” sapa Jongwoon sambil memeluk Ha Seok dan Hye Ra.

“oppa, aku sudah bisa bekerja kan” tanya Ha Seok sambil menyenggol-nyenggol bahu Jong Woon.

“tentu saja hehehe” Jong Woon mengusap-usap rambut Ha Seok. “kau juga boleh kerja di Klinikku jika kau mau HyeRa” lanjutnya

“aniiy, aku sudah bekerja di Seoul, aku disini hanya 1 minggu saja....,  hey Ahjussi, aigoooooo akhirnya kau akan menikah juga, hei jangn lupa kenalkan calonmu pada kami”. Goda HyeRa.

“Ah iya uhmm.... seharunya sih dia sudah datang ke Klinik, hmm mungkin sebentar- ah itu sepertinya dia datang” JongWoon menunjuk sebuah mobil yang hendak parkir didepan Kliniknya. Nampak seorang gadis cantik bertubuh tinggi keluar dari mobil itu.

“omooo... neomu yeppoda oppa, aisshh pintar sekali kau mencari calon istri”. goda HaSeok sambil memukul pelan bahu Jong Woon.

Hyera kemudian menoleh keluar Klinik.

‘Huh, sepertinya wajahnya tidak asing’ batinnya. Hyera masih mencoba mengingat-ingat wajah wanita itu.

‘Yaa, ahh aku ingat, dia, dia kan wanita yang kulihat di Cafe bersama Jungshin waktu itu’. pikir Hyera.

‘jadi.. dia calon istri ahjussi? Lalu apa sebenarnya hubungan gadis itu dengan jungshin?’. Hyera termenung memikirkan hal itu.

“Oh... annyeonghaseo”. sapa Eunjin seraya menunduk.

“Ahh Eun Jin-an, kau sudah datang, sini sini, aku memperkenalkan seseorang”. Jongwoon menarik pelan tangan gadisnya.

“Ini yang kuceritakan padamu kemarin, namanya Shin Ha Seok, hei ini calon oppa, cantik kan?” tanya Jongwoon kepada Ha Seok.

“hu’uh cantik, aku Ha Seok” sapa Haseok sambil mengulurkan tangannya.

“Aku Shin Eun Jin, senang mengenalmu” ujar Eunjin seraya menjabat tangan Haseok.

“Dan ini Choi Hye Ra”

“oh uhmm hai, Hye Ra” sapa Hyera sambil menjabat tangan Eun Jin.

“hai aku Eun Jin”

‘Eun Jin, hmm gadis ini apakah hanya sekedar teman Jung Shin? Rasanya aneh, karena di Cafe itu aku 
melihat matanya seperti habis menangis, ekspresi Jungshin juga serius ketika sedang bersamanya, ah apa yang kau pikirkan Hye Ra’. ucap Hyera dalam hati.




                                                                ***




Seusai mamarkir mobilnya, Jungshin berjalan setengah berlari memasuki gedung perkantoran tempatnya ia bekerja.  Kemacetan dijalanlah yang menyebabkan ia sedikit telat datang kekantor.

“Selamat pagi pak” beberapa karyawan meja receptionist  menyapanya.

“Pagi” jawabnya terburu-buru sambil memasuki ruang redaksi.

“heii, tumben sekali kau telat”. sapa Editor Shim yang tengah duduk dimejanya sambil mendengarkan musik. Bekerja di perusahaan media memang tidak terlalu kaku, namun bagi Jungshin, datang terlambat merupakan hal yang sangat ia hindari agar bisa menjadi contoh para karyawan lainnya.

“Ah ia jalanan Seoul pagi ini sangat ramai”. jawabnya. Tiba-tiba langkahnya terhenti tepat didepan meja kerja yang sedang brpenghuni. Diatas meja tersebut terpampang papan nama yang bertuliskan “Choi Hye Ra”.

‘huh... kemana dia? Apa dia datang terlambat juga’. batinnya. Kemudian melanjutkan langkahnya menuju meja kerjanya.

“Junghin-ssi”. Editor Shim berjalan menghampiri meja Jungshin.

“beberapa artikel sudah aku review, ini, bisa kau tolong kerjakan sisanya? Aku ingin mengerjakan sesuatu”. pinta Editor Shim sambil menyodorkan berkas-berkas kerjanya.

“Ah, uhmm okay, yang ini?” Jungshin memeriksa berkas itu.

“iya, terimakasih”


1 jam berlalu. Beberapa artikel pemberian Editor Shim sudah selesai Jungshin kerjakan. Ia berdiri dari kursinya, berjalan menuju meja dispenser dan menyeduh segelas kopi hangat. Membawa gelas itu lalu berjalan hendak kembali kemejanya.

‘uhm... sudah jam segini belum datang juga, apa dia tidak masuk?’. tanyanya dalam hati.

Ia berjalan kearah meja Jung Ha Na. Menanyakan keberadaan Hyera padanya.

“HaNa-yah, Hyera kemana?” tanya Jungshin sambil meyeruput kopinya.

“Tidak tahu, dia bilang ingin cuti tapi tidak bilang alasannya padaku” Jawab HaNa yang tengah sibuk mengetik.

“ooowh” Jungshin berjalan kembali kemejanya.

“Cuti? Untuk apa memangnya” batin Jungshin.




                                                                ***

“hei oppa, lihat, eonnie Eun Jin terampil sekali dalam hal merawat luka hewan” ujar Haesok sambil melempar senyum  kearah EunJin.

“apa eonnie terlihat seperti itu? Kau ini berlebihan, hehehe” tukas EunJin sambil tertawa kecil.


“aku serius, hei oppa, sepertinya kau tidak perlu mencari perawat lagi, nanti setelah menikah eonnie bisa menjadi assistant pribadi merangkap sebagai perawat, hehehe” puji HaSeok diselingi tawa.

“Aku setuju denganmu HaSeok-ah, eonnie terlihat penyabar jika sedang merawat hewan-hewan itu, tidak seperti kau Ha Seok-ah hahahah” sindir Hye Ra.

“Heeeiii memangnya dirimu penyabar” gerutu Ha Seok.

“Hei kalian, oppa senang melihat kalian sangat akrab, padahal baru 5 hari kalian disini, tapi nanti oppa dan eunjin akan semakin sibuk mengurus pernikahan kita, jadi mohon bantuannya ya” ucap Jong Woon.
“Tenang saja oppa, tapi aku minta kenaikan gaji ya’ canda Haseok.

“tenang, bonus dari oppa sudah ada untukmu, itu” Jongwoon menunjuk sebuah kotak kaca berisi anak 4 kura-kura.

“sebanyak inikah anak kura-kura ku, ini sih bukan bonus oppa, tapi nambah pekerjaan” Haseok cemberut sambul memandangi bayi kura-kura itu.

“Lebih tepatnya bonus tambah pekerjaan, hahaha” ucap Jongwoon menyebabkan semuanya tertawa.



                                                                                ***


Ditaman Klinik kecil milik Joong woon, Hyera menghampiri Eunjin yang sedang duduk memangku kucing yang sedang ia rawat.

“Hei kau rupanya” sapa Eunjin sembari melempar senyum.

Hyera membalas senyumnya dan duduk disampingnya.

“Eonnie, uhmm.. itu ada yang ingin ku tanyakan padamu” Hyera gugup.

“kenapa? Ada apa? Bilang saja” ujar Eunjin sambil menyisir bulu kucing tersebut.

“enggg, itu hmm.... sebenarnya hmm. Kau kenal Lee Jung Shin? Ah hm.. maksudku, aku pernah melihatmu di Cafe depan kantorku dan JungShin. Tapi.. hmmm aku melihatmu seperti habis menangis, sebenarnya apa hubungan kalian?” ujar Hyera berhati-hati.

“Ahh.. hmm... kau bekerja di kantor itu juuga ternyata?” 

“Hmm... iya, sejujurnya Jungshin mantan pacarku 6 bulan yang lalu, lebih tepatnya mantan selingkuhanku. Jong Woon oppa sudah tahu, bahkan memaafkanku ketika aku menceritakan sejujurnya. Aku berpacaran dengannya ketika aku masih berpacaran dengan Jong woon, semua ini karena keegoisanku, hanya karna hubunganku dengan jong woon sedang ada masalah, aku malah bermain cinta dengan Jungshin, padahal dia orang yang baik”.

“Namun sebelum ia jatuh cinta lebih dalam terhadapku, aku memutuskannya dan kembali pada Jong Woon sesuai dengan kata hatiku, aku telah sadar bahwa semua yang kulakukan salah...  dia membenciku, dia bahkan tak memberi kesempatan bagiku untuk memberi penjelasan. Tapi ketika aku menemuinya di Cafe itu, kurasa dia sudah tidak membenciku lagi, ku harap seperti itu. Aku menangis hanya karna luapan penyesalanku. Entahlah ia bersedia datang kepernikahanku atau tidak, kemarin aku juga sekalian mengundangnya.”

“Hei Hyera-ah kau dekat dengannya bukan” lanjut Eun Jin.

“Tolong ajak dia datang ya, aku ingin dia juga datang” ucap Eun jin pada HyeRa.

“Ah? hmm.... iya, eonnie, akan aku usahakan” jawab HyeRa.


                                                ***


“Yaah Ha Na-yah, memangnya HyeRa cuti berapa hari sih? Sudah 5 hari dia belum kerja juga? Dasar anak itu” Jungshin bertanya pada HaNa yang sedang membaca artikel.

“Entahlah sepertinya 1 minggu, hei kau ini kenapa? Belakangan ini selalu menanyakan Hyera, jangan bilang kau sedang galau dia tidak datang” canda HaNa.

 Jung HaNa rekan kerja JungShin yang sudah menikah 3 bulan yang lalu itu memang sudah akrab dengan Jungshin selama mereka bekerja, Tak sedikit permasalahan tentang kehidupan JungShin yang Ha Na ketahui.

“Cih galau? Bahasa apa itu? Hei Apa itu bahasa baru para ibu muda sepertimu? Hahaha tidak... aku hanya bingung dengan tugas-tuganya” ledek Jungshin.

“Aissh, jangan mengalihkan pembicaraan, lagi pula dia sudah mengirim tugasnya ke Editor Shim, yaaahh... aneh, tidak pernah kau menanyakan seperti ini rekan-rekan kerja yang tidak masuk, kecuali pada HyeRa seorang, apa itu kalau bukan galau namanya” celetuk HaNa sambil tersenyum meledek.

“Hei dasar ibu-ibu tukang gosip, sudah sana lanjutkan kerjamu” tukas Jungshin sambil berjalan kearah mejanya.

“Yasudah makanya jangan bertanya padaku, aku punya nomor telponnya jika kau mau kau bisa menanyakan langsung padanya”  ujar Hana sambil mengangkat ponselnya.

“tidak perlu”  ledek Jungshin.

‘Ah iya, kenapa tidak ku hubungi nomornya saja’ batinnya.

Jungshin pun segera berjalan keluar ruangan menuju taman belakang. Ia membuka kontak diponselnya dan mencari nama HyeRa.
“telpon, jangan, telpon, jangan, ah, tidak usah ah, ah tapi, yasudah telpon saja” Jungshin bertanya pada diri sendiri.


Tut...tut...tut..


“Halo”

“Hei kemana saja kau 5 hari ini hah, bagaiman dengan tugas-tugasmu”

“oh hmm aku.. heeiiii... aku kan sudah mengirimkan tugasku melalui email Editor Shim... aku hanya pulang ke Busan sebentar”

“sebentar ? kau bilang sebentar? 1 minggu sebentar?” ucap Jungshin.

“Hei kenapa kau ini? cih, tiba-tiba memarahiku, lagi pula 1 minggu kan waktu yang singkat” Hyera membela diri.

“Yaaa.. tapi.. kan...heiii kau kan bisa.. ahhh sudahlah, aku masuk kantor dulu” Jungshin memutus panggilannya

‘aisshh aku ini kenapa’ batin Jungsin.

“halo, halo” “cih orang ini aneh sekali” ucap Hyera kesal.

‘uhm tumben sekali menelponku hanya menanyakanku dimana’ Hyera bingung, namun tiba-tibanya senyumnya mulai mengembang.

‘ahh tapi aku senang sekali ditelpon, iiiiihhhh aahhh kenapa jadi pingin pulang gini :3’. ucap Hyera dalam hati tanpa tersadar kedua tangannya sudah dalam  memeluk pohon taman Klinik.

‘huh... cih dasar orang gila’. ucap Haseok dalam hati sambil tersenyum ketika melihat kelakuan HyeRa.


                                                ***


“Hati-hati dijalan ya” ucap Jongwoon.

“HyeRa yah jangan lupa tentang yang sudah kita bicarakan” Eunjin berbisik pada HyeRa.

“Yaahh, berikan salamku pada MinHyuk-ah~” pinta HaSeok manja.

“iya iya, kalian semua jaga diri juga ya, aku berangkat dulu” ujar Hyera seraya melambaikan tangannya.
Kereta yang Hyera tumpangi perlahan menjauh.

‘aaahh senangnya sabtu ini aku bisa beristirahat dirumah dengan tenang’ ucap Hyera dalam hati. Di dalam kerata menuju Seoul, Hyera mulai tertidur menikmati perjalanan.


                                                                ***



Waktu menunjukkan pukul 16.30

“Iya sampai disini saja pak, ini, terimakasih” ucap Hyera sambil memberi uang tarif taksi kepada supirnya.

Ia menggendong tasnya dan berjalan kearah rumahnya, namun langkahnya tiba-tiba terhenti. Ia melihat mobil yang tidak asing lagi baginya sedang terparkir didepan rumahnya. Seseorang didalamnya seperti sedang tertidur dengan posisi menelungkup, menghadap stir.

“JJ..Jungshin-ah” Hyera menghampiri mobil tersebut dan mengetuk-ketuk kaca mobil itu.

Jungshin yang mendengarnya tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia merapikan rambutnya kemudian keluar dari mobilnya.

“Sedang apa kau didepan rumahku? Sampai-sampai tertidur seperti itu, aaaahhh kau sedang menungguku pulang ya?” Goda Hyera sambil tersenyum manis.

“huh... uhmm... tidak.. kau ini... ehhh, ayo” Jungshin mengambil tas Hyera dan menaruhnya di jok belakang kemudian menarik tangan Hyera dan membawanya masuk kedalam mobil.

“yaaahh Jungshin-ah aku baru saja pulang, yahh kita mau kemana?” tanya Hyera bingung.

“Aku ingin makan gulali” jawab Jungshin sekenanya.

“Huh apa aku tidak salah dengar? Hahaha, uhh.. baiklah ayo, kita cari” Hyera memakai seatbeltnya.

“baiklah” ucap Jungshin sambil menjalankan mobilnya.



                                                                ***



Mobil Jungshin terparkir disebuah tempat. Sebuah tempat yang tidak terlalu ramai dikunjungi orang. Hanya ada para nelayan kecil yang terlihat sedang sibuk menyiapkan perahu untuk berlayar. Entah apa alasan mereka memilih petang sebagai waktu yang tepat untuk berlayar. Matahari terlihat seperti sedang bersiap-siap ditelan laut. Menyebabkan langit berubah menjadi jingga kemerahan.

Jungshin dan Hyera duduk diatas jembatan yang mengubungkan tepi pantai dengan laut. Merelakan ujung jari kaki-kaki mereka tersapu ombak kecil air laut. Menyaksikan matahari tenggelam sudah menjadi hobi baru Jungshin ketika libur kerja. Ia merasa dermaga ini tempat yang menyejukkan untuk menghilangkan penat, karena tak banyak orang yang berkunjung. Filosofi dermaga baginya seperti sebuah tempat dimana hatinya kelak akan berlabuh. Ia sadar bahwa sebelum berlabuh, hatinya harus melakukan pelayaran panjang melintasi berbagai macam rintangan yang terjadi pada lautan kehidupan. Bagaikan pelayaran para nelayan ini yang akan berlabuh ketika telah mendapatkan tujuannya.


“wah.... aku bahkan belum pernah menyaksikkan sunset seindah ini” ujar HyeRa kagum.

“ini tempat favoritku jika sedang ada waktu luang” ucap Jungshin tersenyum sambil memakan gulalinya.

“haaahhh” Hyera menarik nafas panjang dan menghembuskannya menikmati aroma laut biru.

“rasanya aku ingin berteriak” ucap Hyera sambil memandangi laut.

Jungshin tersenyum melihanya. “berteriaklah, aku sering berteriak jika aku sedang banyak masalah, memang tidak membantu, tapi cukup melegakan hati” ucap Jungshin.

“KYYYAAAAAA AAAAKUUUU LEELLLAAAAAAHHH” teriak Hyera.

“KAAU TAHUUU AKUUU HANYA TIDUR DIKERETAAAA, HAHAHAHA” Hyera berteriak sambil tertawa.

Jungshin yang melihatnya pun ikut tertawa.

“sini bersandarlah jika kau lelah” tawar Jungshin pada Hyera sembari membelakangi Hyera.

Hyera segera bersandar pada punggung Jungshin yang duduk membelakanginya. Mereka duduk saling membelakangi sambil menghabiskan gulali.

“Jungshin-ah, boleh aku bertanya?” Hyera tak mengubah posisi duduknya.

“eungg, tanya apa?” jawab Jungshin mengangguk.

“aku bertemu sesorang di Busan, dia wanita yang ku lihat di cafe  bersamamu waktu itu” ucap Hyera

“dia... hmm sebenarnya siapa?” tanya HyeRa.

“kau....  bertemu Eun Jin?” tanya Jungshin sambil mengubah posisi duduknya dan duduk di samping Hyera.

“Aku ke Busan bersama Haseok untuk menemui teman lamaku, dia akan segera menikah, dan aku diperkenalkannya pada wanita itu” jelas Hyera

“....” hening, tak ada jawaban dari Jungshin.

“sebenarnya selam 1 minggu disana, aku dan Haseok semakin akrab dengannya, bahkan aku bilang padanya bahwa aku pernah melihatnya di Cafe saat ia sedang bersamamu” ucap Hyera pandangannya masih menuju ke laut.

“Jungshin-ah, maaf...” ucap Hyera

“aku sudah tau semuanya, uhmm... Eun Jin menceritakannya padaku, 6 bulan berlalu seharusnya kau bisa memaafkannya” Hyera memandang Jungshin yang tertunduk melihat air laut.

“Entahlah, aku rasa aku  sudah memaafkannya, tapi...” ujar Jungshin.

“aku masih harus meyakinkah diriku bahwa aku benar-benar melupakan kenanganku bersamanya”. Lanjutnya. Pandangannya masih tetap tertunduk.

“3 bulan lagi ia akan menikah” Hyera memandangi langit yang semakin jingga.

“Kim Jong Woon...., temanku itu pria yang sangat baik, Eunjin sudah memantapkan hatinya. Ia sangat berharap kau mau memaafkannya. Ia bahkan berpesan padaku bahwa kau diharapkan datang kepernikahannya” ujar Hyera

“sebagai teman baik” lanjutnya.

Jung shin mengalihkan pandangannya menuju langit jingga, menarik nafas pelan dan menghembuskannya.
Ia hanya mengangguk sambil tersenyum pada Hyera.

‘entahlah.... aku hanya perlu waktu untuk belajar untuk memahami perasaanku, hati dan pikiran terkadang tidak sepakat, mungkin rasa itu belum sepenuhnya pudar sebelum akhirnya kau datang, HyeRa, apa aku takut jatuh cinta padamu? Bahkan aku tidak mengerti perasaanku’. batin Jungshin.

Matahari benar-benar telah tertelan oleh laut. Menghilangkan warna jingga langit sore. Jejaknya mengilang. Langit berubah menjadi gelap pekat. Lampu-lampu dermaga mulai menyala.

“Mau sampai kapan kau bersandar di punggungku seperti itu? Kalau mau tidur dirumah saja” ujar Jungshin pelan memecahkan keheningan diantara mereka.

“huh” Hyera kaget medengarnya.

“aku tidak tidur” ucap Hyera dengan mata terpejam.

“Ayo pulang saja” ajak Jungshin.

Hyera segera masuk kedalam mobil jungshin, raut wajahnya sangat lelah, dengan setengah terpejam ia segera duduk didalam mobil. Jungshin pun menjalankan mobilnya dan melesat menuju Seoul yang cukup memakan waktu hampir 2 jam. Hyera tertidur di sampingnya. Jungshin hanya tersenyum melihatnya. Tangan kanannya berusaha meraih seatbelt pada jok Hyera dan memasangkannya pada Hyera.



                                                                ***




Mobil Jungshin tiba didepan rumah Hyera. Ia mematikan mesin mobilnya. Matanya menatap wajah Hyera yang sedang tertidur, tangan kanannya mengusap lembut rambut Hyera. Jungshin tersenyum, kedudian ia mendekatkan wajahnya, dan semakin mendekat. Namun ia sgera memundurkan wajahnya lantaran Hyera tengah membuka matanya.

“yaahh kau mau membangunkanku ya?”. tanya Hyera dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.

“Yaaah kita sudah sampai, cih tidur mulu” ucap Jungshin sedikit canggung.

Hyera kealuar dari mobil Jungshin dan begitu pula Jungshin.

“masuklah” ucap Jungshin.

“hu’uh” Hyera menggangguk “gomawo” lanjutnya sambil tersennyum kemudian berjalan perlahan.


Namun ia menghentikan langkahnya. Ia berbalik arah setengah berlari dan mendekati Jungshin. Mendekatkan wajahnya pada Jungshin dan mencium pipinya. 2 detik. Dengan cepat ia berbaik arah dan setengah berlari menuju rumahnya.

Jungshin termangu sesaat. Ia mengejar Hyera. Menarik bahunya dan membalikan tubuh Hyera. Bibirnya mengecup bibir Hyera dengan pelan dan lembut.

 Tidak lama bibir mereka terpaut, Hyera menjauhkan wajahnya dari wajah Jungshin. Ia membalikan tubuhnyadan segera memasuki rumahnya. Meninggalkan Jungshin yang masih termangu.
Hyera menutup pintu rumahnya dan terduduk di depan pintu. Airmatanya mulai jatuh.

‘saranghae’ batinnya.

Jungshin segera masuk kedalam mobilnya.

‘Ku harap aku segara mendapatkan tempat berlabuh’ batin Jungshin. Mobilnya berjalan meninggalkan rumah Hyera, melewati kegelapan malam.




                                                                ***



“Akhirnya hari ini tiba juga” ucap Ha Seok pada Hyera yang tengah bersiap menyaksikan upacara 
pernikahan Jong woon dan eunJin.

“Iya, ahjussi sudah menemukan pelabuhan cintanya” ucap Hyera tersenyum.

“Cihh, bahasamu itu benar-benar” timpal Haseok.

“ngomong-ngomong kenapa tidak datang bersama Jungshin?” tanya Haseok.

“Aku tidak ingin  memaksakannya, biarkan dia mengikuti kata hatinya saja” jawab Hyera.

“Aigooo, cantik sekali mempelai wanitanya” Minhyuk yang duduk disebelah Haseok segera berdiri ketika meliha EunJin datang bersama ayahnya.

Haseok dan Hyera ikut berdiri. Mereka menyaksikan upacara sakral mengikat janji 2 orang yang saling mencintai. Eunjin pun telah resmi menjadi istri Jong Woon. Hyera, Haseok dan Minhyuk menghampiri keduanya untuk memberikan selamat.

“eonnie, kau cantik sekali, selamat ya”. ucap Hyera tersenyum.

Eunjin tersenyum mendengar pujian Hyera “apa dia tidak datang?” tanya Eunjin.

“entahlah, aku sudah memberitahunya” jawab HyeRa.

“tidak apa, aku tidak memaksa, walau sejujurnya aku mengharapkan ia datang” ucap Eunjin tersenyum.

“Hey ayo, aku dan Jong Woon ingin melempar bunga, pokoknya salah satu dari kalian harus mendapatkannya ya” ujar Eunjin

“Seokkie~ aku akan menangkapnya untukmu” ujar MinHyuk yang disambut dengan tawa Hyera, Eunjin dan Jong Woon. Wajah Ha Seok memerah.


                                                                ***



‘apa aku telat?’

‘Yaahh sepertinya aku telat’ batin Jungshin sambil mencari pengantin di tengah rombongan tamu yang hadir. Namum pandangannya segera menangkap 2 orang pengantin yang berdiri diatas panggung kecil membelakangi para tamu-tamu muda. Jungshin mendekat kekerumunan tersebut namun tiba-tiba wajahnya tertimpa sesuatu.

“siapa? Siap yang dapat bunganya?”. Ujar Jong Woon.

EunJin termangu melihat Jungshin tampak memegang buket bunya yang ia lempar. 
Begitu pula dengan HyeRa, HaSeok dan MinHyuk. Para kerumunan segera membubarkan diri. Ada yang kecewa tidak dapat dan ada yang memberi selamat pada jungshin.
Eunjin dan Jong woon mendekatkan diri pada Jugshin.


“Selanjutnya kau ya yang akan menyusul kami” Jongwoon menepuk bahu Jungshin sambil tersenyum.

“ah hehehe, apa benar akan seperti itu? Ah iya semoga” jawab Jungshin.

“ngomong-ngomong, selamat ya! maaf aku telat, jalanan Seoul menuju Busan cukup padat” ucap Jungshin.

“tidak apa, yang penting kau sedah mau datang” “Kami tinggal dulu ya, ingin menyapa tamu yang lain” Eunjin tersenyum sambil berjalan meninggalkan Jungshin.

“Aigo aigo kau mencuri bunga kami, pokoknya, aku tunggu undanganmu” ucap Haseok terkekeh.

“Ayo Minhyuk-ah kita makan” Haseok dan Minhyuk meninggalkan Hyera dan Jungshin yang masih berdiri di depan mimbar pelaminan.

Jungshin berjalan menghampiri Hyera.

“kukira kau tidak datang” ucap Hyera.

Jungshin tersenyum pada Hyera “Aku hanya mengikuti kata hatiku” jawabnya.

“Bagaimana?” tanya Jungshin sambil memberikan bunga pada Hyera.

“apanya yang bagaimana?” tanya HyeRa heran.

“Eunjin dan bilang aku harus menyusulnya, jadi aku harus tanyakan dulu padamu, bagaimana?” Jungshin tersenyum pada Hyera sontak membuat wajah HyeRa memerah.

Jungshin meraih kedua tangan HyeRa. Dan mengecupnya pelan.

“Choi HyeRa”

“Maukah kau menjadi pelabuhan hatiku?” Tanya Jungshin serius.

Hyera menangis. Ia bahagia mendengarnya. Senyumnya mengembang menghiasi wajahnya.

“Saranghae” ungkap Hyera.

“Nado”

‘Hyera-yah, sepertinya aku sudah belajar mencintaimu’


                                                -END-


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

I'm In Love With You Chapter 3

Chapter 3


Author                  : @reeaazmi

Lenght                  : Chaptered

Genre                   : Absurd Romance(?)

Casts                     : Choi Hye Ra
                               Shin Ha Seok,
                               Lee Jung Shin,
                               Kim Jong Woon
                               Kang Min Hyuk
                               Shin Eun Jin

Disclaimer           : Dont jugde me by my ff ya xD, cerita ini hanya fiktif belaka, berasal dari pemikiran          
                             absurd asli author. No Copas! No Bashing! Just For Fun :)




Seketika itu pandangan JungShin menangkap sesosok bayang wanita yang dikenalnya.

“Hye Ra-ssi” ucapnya pelan.

“Astaga! Dia melihatku, Apa dia ingin menghampiriku” batinnya. dengan cepat Hyera memalingkan wajahnya.

“Maaf aku telat”

Sesosok pria tampan duduk dihadapan Hye Ra.

“Ah tidak apa, kau sedang apa tadi?”

“Ah maaf tadi aku bertemu dengan teman lamaku, hei mana kopiku?” tanya JungShin mengalihkan perbicaraan.

“Ah iya aku hampir lupa, hehehe sebentarr” HyeRa berpaling menuju meja barista dan memesan pesanannya lalu membawanya kemejanya.

“Ini” Hyera menyodorkan segelas kopi hangat ke meja depan JungShin.

Terdengar sayup-sayup Lagu TVXQ – Humanoids yang sedang diputar di cafe itu.

“Kyaaa~  aku sangat suka lagu ini” teriak Hye Ra yang tidak memperdulikan Jungshin yang terkejut mendengarnya.

“cih, hei membuatku kaget saja” ucap JungShin.

“Maaf, aku hanya excited” sergah hye Ra malu.

“Yaaah selera musikmu lumayan juga hyera-ssi”.

“ah benarkah? Memangnya kau suka musik seperti apa?” tanya Hyera.

“Semuanya, aku suka semua aliran musik yang penting musik itu selalu ngena dikupingku” jawab JungShin.

“Kau tahu, dulu aku sempat bermimpi ingin menjadi pemain band, dan entahlah takdir membawaku jadi seperti ini”. Lanjutnya.

“Ah benarkah? Bahkan aku juga bermimpi ingin menjadi penyanyi, dan kau tahu? Takdir mewujudkan mimpiku, ya benar aku jadi penyanyi, penyanyi kamar mandi” Ahahahaha celoteh Hye Ra sontak membuat Jung Shin tertawa.

Suasana menjadi cair, Hyera tidak lagi merasa canggung terhadap atasannya itu. Ya itulah HyeRa. Dirinya memang tidak bisa menjaga image-nya. Mereka berduapun semakin akrab, melanjutkan pembicaraan bodoh yang tak lain adalah pernyataan-pernyataan konyol HyeRa yang malah disambut oleh tawa JungShin.
“Apa-apan gadis ini, bodoh sekali, tapi lucu juga dia, sudah lama aku tidak tertawa lepas seperti ini” batin Jungshin sambil menatap Hye ra yang sedang menyeruput secangkir kopinya.





                                                                       ***




DDDDRRRRRRTTTTTTTTTT
Getar handphone HyeRa membuyarkan tawanya.

From     : Lazyseok

“Hyeraaaaa dimana kau? Aku lapar T.T”

‘Cih apa-apaan gadis ini, mengganggu saja’ batinnya kesal.

To           : Lazyseok

“Kau bikin saja nasi goreng, aku sedah masak nasi tadi pagi”

Hyera memasukkan handphone nya kedalam tas nya. Ia melihat jam tangan Alba-nya yang menunjukkan pukul 20.40.

“Maaf, kurasa aku harus pulang sekarang, ada tugas yang mesti kukerjakan, hmm mungkin lain kali kita bisa mengobrol lagi, sampai jumpa” ujar HyeRa seraya menunduk tanda pamit.

“Baiklah, sampai jumpa, dan terimakasih traktirannya” jawab Jungshin.


                                                ***


“Selamat pagi, Hyeraaa, Seoookiieeee~” (seokkie? Sejak kapan? Sejak kemarin dirinya semakin akur dengan HaSeok, Ya begitulah MinHyuk, terserah dia sajalah XD) teriak Minhyuk sambil membuka pintu rumah hyera dan Haseok. Ia berjalan perlahan memasuki rumah tersebut dan menaruh beberapa kantung yang ia bawa tadi diatas meja.


KKKYYYAAAAAAHHHH

KKKYYYAAAAAAAAHHHHH

Teriak Minhyuk dan HaSeok berbarengan.

“Minhyuk-ah sedang apa kau? Mau mengintipku ya, awas yaa kau!” bentak HaSeok kesal sambil berbalik dan bersembunyi dibalik tirai karena dirinya yang hanya memakai sehelai handuk.

“Tidak! Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya mau mengantarkan makanan dari Ibuku” jawab Minhyuk gugup sembari menutup wajah malunya dengan kedua tangannya.

“Ya sudah, tunggu sebentar dan balikan tubuhmu, aku ingin masuk kemarku” pinta Haseok sambil berjalan kekamarnya.

Lima menit kemudian HaSeok keluar dari kamarnya dan langsung menyambar kantung pemberian MinHyuk yang ada diatas meja.

“Apa ini? Hwaaaa tteokpokki” tanpa basa-badi HaSeok segera menyambar makanan itu.

“Bagaimana seokkie? Enak tidak?” tanya Minhyuk.

“Tak perlu kau tanya lagi, apapun yang Ibumu buat sudah pasti enak” jawab Haseok sembari mengunyah makanan, sudut bibirnya penuh dengan saus tteokpokki.

Tanpa disadari, gerakan tangan sesorang menyambar sudut bibir HaSeok dan mengusapnya. Ha Seok yang menyadarinya tertegun akan aksi romantis pria imut tersebut, Ia tersenyum kecil pada Minhyuk yang sedari tadi pria tersebut hanya memperhatikan dirinya sambil tertawa kecil melihatnya makan.

Entah mengapa hal tersebut membuat HaSeok tiba-tiba canggung. MinHyuk, Pria periang yang ceroboh yang merupakan tetangga sekaligus sahabat semasa kuliahnya itu memang suka padanya, ia tahu walau Minhyuk tak pernah mengungkapkannya. Entah sejak kapan, itu karena MinHyuk selalu memperhatikan Haseok lebih dari sekedar teman. Bahkan minhyuk rela menemani HaSeok menjadi pengangguran beberapa bulan ini, ia berdalih pada ibunya bahwa ia belum siap bekerja.

“Maaf, Ahjumma (Ibu Minhyuk) sudah sangat baik terhadap kami (seok&hyera) namun aku belum bisa membalasnya” ujar Ha Seok sedih.

“Sudahlah, tidak usah dipikirkan, hei bulan depan aku sudah mulai kerja dikantor sepupuku, kau juga kan? HyeRa bilang kau melamar kerja disebuah cafe?”  tanya MinHyuk.

“Ah tidak jadi, lowongan sudah tutup, mungkin aku akan mencarinya ditempat lain.” Jawab Haseok tidak bersemangat. Ia pun kembali melanjutkan sarapan yang dibawakan MinHyuk.

“Ah apa bungkusan satu ini buat Hyera? Lebih baik makan saja ya” ucap haseok seraya membuka kantung berisi makanan itu.

“Hei jangan itu milik HyeRa, kau jangan begitu” sela MinHyuk sembari merebut kantung itu.

“Baiklah” ucap haseok malas. ‘Lagipula HyeRa kan masih tidur’ batinnya kesal.

“Hei ikut aku yuk” ajak MinHyuk.

“Kemana?”

“Sudah ikut saja, kau masih laparkan?”

“ah hahahah, hmm, tapi mau kemana?”

“Mancing!”

“Hah untuk apa?”

“Nanti ikannya bisa kau makan”

Minhyuk dengan Vespa merahnya membawa HaSeok pergi, sejurus kemudian vespa itu sedah melanglang buana menuju dermaga.


                                                                ***



“Aih panjang sekali antriannya” gerutu HyeRa kesal. “Semoga tidak kehabisan” batinnya.

Jauh dibarisan depan seorang pria tinggi terlihat sedang melakukan transaksi.

“Silahkan, mau tiket yang mana, kita ada promo buy 1 get one khusus tiket VIP” tanya ahjussi penjaga tiket.

“Baiklah tiket VIP nya saja, ini” jawab pria itu sembari menyodorkan kartu kreditnya.

“1 tiket VIP atas nama Lee Jung Shin, transaksi menggunakan kartu kredit, baik sudah kami konfirmasi, ini tiketnya, terimakasih” pria tersebut menjelaskan.

“Ah iya terimakasih”

Jungshin bergegas keluar dari antrian panjang itu dan sembari memegang tiketnya.

‘Ah bukankah itu jungshin, apa dia membeli tiket juga?’ batin HyeRaa

“Yaahhh JungShin-ssi, kau membeli tiket juga?” tanya Hyera sembari menunjuk tiket yang berada ditangan Jungshin.

“Ah hai, hmm iya, kau sendiri?”

“hu'uh, entahlah kebagian atau tidak, aku kesiangan mengantri tadi” Hyera mengangguk,

“ini, untukmu satu”  ucap Jungshin seraya menyodorkan sati tiketnya pada HyeRa.

“Ah tidak usah aku coba mengantri dulu saja”

“Maaf kuota tiket untuk hari ini sudah habis” terdengar teriakan para crew penjual tiket.

“Sudah ini saja, tadinya aku ingin memberi pada TaeYong habis kupikir mungkin dia juga ingin menonton konser CNBlue”  (Office Boy yang dimanapun kapanpun selalu memakai headphone untuk  mendengarkan musik).

“Ah baiklah ku terima, aku tidak menyangka kau juga suka CN Blue” ucap HyeRa

“Ya aku memang sering menghabiskan weekend untuk menonton konser, tadi pagi aku tidak sengaja melewati kios tiket disini dan kulihat mereka sedang menjual tiket, yasudah aku mampir” jawab Jungshin.
‘Apa? Jadi menonton konser itu hobinya? Aku saja harus menunggu 1 bulan hingga aku gajian baru bisa menonton konser artis kesayanganku’ batin HyeRa.

“Yasudah, aku harus pergi, konsernya mulai jam 8 malam kan? Nanti  kujemput dirumahmu, berikan alamatmu” pinta Jungshin.

“Aku, tidak membawa kertas, hanya ada pulpen di tasku, ponselku juga mati” jawab Hyera sambil membuka tasnya.

“ah begini saja, sini berikan tanganmu”. Hyera meraih telapak tangan Jungshin dan  menuliskan nomornya.
“Itu nomor telponku” ujar Hyera tersenyum.

“Cih lucu sekali, seperti contekan saja hahaha” Jungshin tertawa kecil sambil melihat telapak tangannya.

“Hei tulisanmu jelek sekali disini, mengotori saja, lebih baik tadi kau mengetiknya di ponselku”

“eh dimana ponselku” Jungshin meraba2 kantung celananya. “Aissh tertinggal di mobil” ucapnya kesal.

“Yasudah kalau begitu, nanti kutelpon, aku duluan ya” Jungshin tersenyum dan membelakangi Hyera. Langkahnya sangat cepat menuju keluar.

“Apa ini hari keberuntunganku?” Hyera tersenyum bahagia sambil menatap tiket konser VIP nya.

‘ya sepertinya aku makin percaya pada keajaiban love at first sight’ batinya senang.


                                                                                ***




“Oppa sepertinya kau harus mencari karyawan lagi untuk membantumu merawat binatang-bintang itu, bulan-bulan mendekati pernikahan kita kan akan membuatmu sangat sibuk”

“iya, mungkin kau benar Eunji-ah, dulu ada seorang temanku yang membantu disini tapi dia memutuskan untuk pindah ke Seoul untuk meneruskan kuliahnya, tapi kudengar ia sudah lulus, kerjanya sangat terampil dan ia juga penyayang binatang, mungkin aku bisa memintanya untuk membantuku, ah kau belum kenal ya? Namanya Ha Seok, ia sudah ku anggap seperti adik perempuanku sendiri”

“Ah kau kan belum pernah cerita padaku tentang dirinya” jelas Eunjin sambil mengeringkan obat luka pada kaki kucing salah satu pasien JongWoon.

“iya aku lupa, sudah lama aku tidak bertemu dengannya, terakhir menelponnya hmm sekitar 5 bulan yang lalu, ah Eunjin-ah bagaimana jika aku telpon dia? Sekalian aku ingin menawarinya untuk membantuku” Jong woon menoleh ke arah Eunjin yang masih sibuk dengan membersihkan kucing yang sedang terluka itu.
“hu’uh, teleponlah” jawab Eun jin sambil mengangguk.

Joong Woon lekas mengambil ponselnya dan mengetik nama HaSeok kemudian memanggilnya

Tut...tut..

“Halo”

“Halo, Ha Seok-ah, ini oppa”

“Oppaa! Annyeong, apa kabar?”

“baik, hei bagaimana? Sudah lulus kan? Sudah dapat pekerjaan?”

“ennnggg, aku sudah lulus, tapi hehehe belum tuh” jawab Ha Seok tersenyum malu

“Hei Bulan X oppa akan menikah, uhmmm.... kau mau tidak menolong oppa? Jadi perawat di Klinik oppa? Tidak lama kok hanya 3 bulan. Tapi oppa tak memaksakan kok”

“Apaa?? Secepat itukah oppa ingin menikah? Hmm iya aku mau kok oppa” Ha Seok sedikit terkejut mendengar apa yang barusan ia dengar.

“yah kau tau sendiri usia oppa kan sudah matang untung berumah tangga, terimakasih Haseok, kau memang adik oppa yang terbaik”

“Hiks, tapi oppa tidak akan melupakanku kan setelah menikah nanti?”

“Tidak mungkin itu terjadi”

“Baiklah, kapan aku mulai kerja?”

“secepatnya kalo bisa, aku juga ingin mengenalkan calon oppa padamu”

“Baiklah oppa” jawab HaSeok pelan.

“yasudah, oppa tutup ya, jaga dirimu baik-baik”

“iya”

Tut


                                                                ***



“hei apa barusan Ahjussi yang menelpon?” tanya Hyera dengan wajah penuh krim masker.

“iya, yaah dia 3 bulan lagi akan menikah, hiks dan aku disuruh kerja di Kliniknya krna oppa sedang sibuk, bagaimana?” tanya HaSeok seraya melipat tangannya diatas meja tepat didepan HyeRa yang sendang menata maskernya.

“Bagaimana apanya?”

“Kerja di Klinik opaa, tidak lama, hanya 3 bulan”

“Yasudah kalau, begitu,"

“tapiii, minhyuk-ah” ujar Ha Seok pelan.

“ah apa?”

“tidak”

“MinHyuk kenapa? Kau berat meninggalkannya?” tanya Hyera.

“Tidak, a..a..aku tidak bilang begitu”

“Iya, tapi raut wajahmu yang mengatakannya”

‘Apa benar’ batin Ha Seok




Flashback

5 bulan yang lalu Jong Woon Oppa menelpon HaSeok.

“Hei jangan lupa belajar yang giat, bir kau cepat datang keklinikku, kura-kuramu sudah rindu padamu”

“Ah oppa, jaga dia baik-baik, aku juga merindukannya”.

“Hei ada yang ingin ku bilang padamu”.

“hu’uh katakan”.

“hmm, aku sudah bertunangan, kami ingin serius menjalani hubungan, lalin kali akan kuperkenalkan padamu”

“benarkah, baiklah” jawab haseok datar.

“oppa tutup ya, jangan lupa belajar, fighting!”.

“iya”.

Tututut



Hyera termenung mendengar apa yang abrusan ia dengar. Aneh ia memang sangat terkejut mendengarnya, namun ia samasekali tidak merasakan sakit.

‘Apa aku sudah benar-benar bisa melupakan Oppa’ batinnya sambil memegang dadanya.


End flashback

                                                                                ***



“Apa Jungshin mau kesini untuk menjemputmu, apa kau gila?” tanya Hyera tak percaya.

“aisshh aku serius, kau tahu, kita mau nonton konser bersama ihihiww” Hyera menjawabnya sambil tertawa.

“Yahh bahkan kau tidak mengajakku, kau tahu kan aku juga ingin menonton konser itu”

“Awalnnya sih iya, tapi aku kehabisan tiket dan tiba-tiba ia datang dan menawariku tiket” jelas HyeRa.

“hei apa kau menyukainya?”

“kenapa memangnya? Hmm iya aku menyukainya” Jawab Hyera sambil tersenyum.

“Apa kau mencintainya?”

“entahlah, mungkin nanti,” jawab Hyera masih dengan senyumnya yang mengembang. Entah pikirannya melayang kemana ia masih tersenyum-senyum sendiri.

“kurasa aku mulai mencitai MinHyuk” ucap Haseok tertunduk.

Hyera yang mendengar pengakuan sahabatnya tersenyum bahagia. 

“Ikutilah kata hatimu, percayalah, hatimu tak mungkin berbohong” hyera mendekatkan diri dan memeluk shabatnya tersebut. “Sudah saatnya kau membalas cinta Minhyuk” lanjutnya.

“enggg” Haseok mengangguk,  butiran bening mulai terlihat dikedua sudut mata Haseok, dan megalir indah dipipinya.

“hei sudahlah, kau siap-siap sana, dandan yang cantik, ini kencan pertamamu dengan Jungshin, kajja” Haseok melepas pelukan Hyera dan menghapus air matanya.

“apa bisa dibilang kecan?” Hyera bingung sambil berjalan kearah kamarnya hendak bersiap-siap.
“Tentu saja , dasar bodoh” tukas Haseok.


                                                                ***


1 jam yang lalu Jungshin menelpon Hyera untuk menanyakan alamat rumahnya. Setelah memberi tahu alamatnya, Hyera segera bergegas untuk bersiap-siap.

“Hmm sepertinya kita datang terlalu awal” Jungshin melihat-lihat sekeliling venue yang mulai ramai didatangi orang-orang. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak muda yang menonton dengan pasangannya, ada juga dengan sekumpulan teman-temannya dan bahkan ada pula yang membawa anak mereka.

“Ah tidak, lebih cepat lebih baik, tunggu sebentar”

“hei kau mau kemana?” tanya Jungshin yang sudah di tinggal Hyera sebelum ia selesai bicara.

‘aissh gadis itu benar-benar ya.’ Batinnya. 

Pandangannya masih melihat-lihat sekeliling dan tiba-tiba ia merasa tertarik untuk menghampiri stand merchandise yang ada didekatnya. Ia pun membeli 2 banda yang dijual distand itu lalu kembali untuk menemui Hyera yang terlihat sedikit panik tengah mencari-cari Jungshin.

“ini” Jungshin menyodorkan bandana berbentuk 2 tanduk yang memancarkan sinar biru.

“mwo? Kau membelinya? Ah ternyata kau lucu juga” goda Hyera.

“ah tidak, aku hanya ingin membelinya karena kulihat orang-orang banyak yang memakainya”

“ah, baiklah aku pakai, ah ini kau juga” Hyera memakai bandana itu lalu menyodorkan sebuah LightStick yang baru dibelinya tadi kepada Jungshin.

“hahaha, kurasa aku sekarang menjadi seorang fanboy betulan” Jungshin tertawa sambil makai bandana tanduk birunya.

“ah pintunya sudah dibuka, ayo”

Mereka berdua pun segera masuk ke dalam venue dan menempati kursi diarea VIP sesuai dengan nomor yang tertera pada tiket. 

Dan konserpun dimulai dengn lagu Love Revolution. Sesekali Hyera berdiri dari kursinya sambil meneriakkan nama member, hal ini sontak membuat Jungshin tertawa. Hyera pun mengajak Jungshin untuk menggoyangkan Lightsticknya. Sesekali hyera meraih tangan Jungsin dan menuntunnya untuk menggoyangkan lightsticknya kekiri dan kekanan. Jungshin hanya tertawa malu melihat dirinya ikut ber-fanboy-ing-an. Sesekali Hyera bernyanyi mengikuti alunan lagu  dan meneriakkan fanchant  bersama fans yang lain.

“Anak ini lucu sekali, ya mungkin ia sangat nge-fans sampai-sampai se-excited itu hahaha’ batin Jungshin sambil melihat Hyera yang tengah sibuk menggoyangkan lightsticknya.

“Kenapa malah melihatku? Hei gerakkan lightsticknya” Hyera memberi arahan.

Kurang lebih selam 2 jam konser digelar. Para penonton berduyun-duyun mulai bergegas meninggalkan venue.

“Nanti saja tunggu 30 menit, pasti masih ramai sekali diluar, sulit untuk menuju parkiran” tahan Jungshin seraya menarik tangan Hyera.

“Duduk saja dulu” lanjutnya

“hu’uh” Hyera menggangguk tanda setuju.

“ahh cepat sekali konsernya berakhir T^T aku kan masih ingin nyanyi” Hyera memandangi lightsticknya dengan tatapan sedih.

“hahaha kalau Cuma ingin bernyanyi, kau kan bisa menggelar konsermu sendiri” ujar Jungshin.

“......”

“iya konser di kamar mandi ahahaha” canda Jungshin sambil tertawa menyebabkan lightsticknya terguncang-guncang.

“tidak lucu” Hyera memasang muka cemberut, sontak membuat Jungshin tertawa makin keras melihat reaksi Hyera.

“Sepertinya sudah tidak teralu ramai, ayo kita keluar” ajak Jungshin

Suasana diluar masih ramai namun tidak terlalu padat. Jungshin dan Hyera berjalan lewat jalur selatan venue yang berbatasan dengan Sungai Han. Disana masih ramai di penuhi stand-stand merchandise dan makanan yang dipenuhi sebagian besar penonton yang baru keluar.

“Tunggu disini, aku ingin jajan”

‘jajan, seperti anak kecil saja’ ungkap ungshin dalam hati sambil berdiri memandangi aliran sungai.
“ini”

“apa ini? Gulali? Memangnya aku anak kecil”

“memangnya anak kecil saja yang boleh makan gulali, standnya ramai sekali, makanya aku jadi penasaran untuk membelinya, nyamm enak juga hahaha kalau tidak mau yasudah nanti kumakan” ujar Hyera sambil menikmati gulalinya.

“yaaah enak saja, ini kan buatku” Jungshin merebut gulali itu dari tangan Hyera dan melahapnya.

‘mungkin terlihat agak konyol, tapi anak ini benar-benar lucu, makan gulalu setelah nonton konser, hahaha bahkan aku tidak pernah makan dipinggiran berasama EunJin’ batin Jungshin.


                                                   ***

“Yak sudah sampaii” Jungshin melepas seatbelt dan menoleh kearah Hyera.

“hey yahh kita sudah sampai dirumahmu” ujar jungshin.

“aissh dia malah tertidur” Jungshin mendekatkan dirinya kesamping jok hyera.

“yaaah, kau tidak mau pulang, hyera-yah” Jungshin semakin mendekat, menatap wajah HyeRa yang sedang tertidur.

‘manis sekali anak ini, bahkan sedang tidurpun terlihat lucu’ Jungshin tersenyum masih menatap wajah Hyera. Ia mendekat, dan semakin mendekatkan wajahnya kearah Hyera .....



-tobecont-



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS